Kamis, April 07, 2011 - 15:39:39 WIB
Diposting oleh : Ritterda Sesulih

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) memperkirakan bencana gempa bumi yang diikuti Tsunami di Jepang
kemungkinan besar akan mempengaruhi harga batubara di Asia.
Perkiraan
itu bisa saja terjadi jika tidak ada kepastian kontrak kontrak
jual-beli batubara yang sedang berlangsung antara tiga perusahaan
pembangkit listrik utama jepang dan perusahaan tambang Xstrata.
"Otomatis
(jadi tidaknya kontrak itu) akan mempengaruhi harga batubara di Asia,"
dalam keterangan yang diperoleh VIVAnews dari situs Kementerian ESDM,
Senin, 14 Maret 2011.
Kementerian ESDM mengungkapkan pembeli
dari Jepang yang merupakan pembeli utama thermal coal Australia adalah
Tokyo Electric Power Co (TEPCO), Tohoku Electric Power Co Inc and Chubu
Electric. Nama-nama tersebut merupakan perusahaan pembangkit listrik
terkemuka Jepang yang kini sedang sedang bernegosiasi dengan perusahaan
tambang Xstrata, eksportir thermal coal terbesar dunia.
Namun, seiring terjadinya bencana Tsunami, Kementerian ESDM
memperkirakan sangat mungkin proses kontrak jual-beli yang sedang
berlangsung terpengaruh dengan kondisi Jepang saat ini. Ketidakjelasan
kontrak jual beli itu otomatis akan mempengaruhi harga batubara di Asia.
Kepastian
kontrak jual beli tersebut juga secara tidak langsung akan berpengaruh
pada penjualan batu bara dari Indonesia. Pasalnya, Jepang selama ini
menjadi salah satu importir besar batubara asal Indonesia.
Data
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDm menunjukan,
Jepang mengimpor batubara Indonesia sebesar 24 juta ton atau hampir 10
persen dari total produksi batubara Indonesia tahun 2010 sebesar 275
juta ton. Realisasi impor batubara Jepang sendiri pada tahun 2010
berjumlah 116,5 juta ton dimana sekitar 20 persen kebutuhan impor
batubara Jepang dipasok dari Indonesia.
Pada bulan Maret ini,
ESDM menetapkan Harga Baru Bara (HBA) sebesar US$122,43 per ton, atau
turun US$4,62 per ton dari US$127,05 per ton pada Februari 2011.
Penurunan harga ini merupakan kali pertama semenjak harga batubara terus
naik mulai dari bulan Oktober 2010. HBA ini merupakan patokan untuk
batubara dengan kualitas kalori sekitar 6322 kkal/kg (gross as
received).
HBA Maret 2011 diumumkan pada hari kamis (10/03/2011),
satu hari sebelum bencana gempa bumi yang diikuti tsunami menimpa
Jepang. Sampai saat ini belum dapat diprediksi apakah bencana gempa dan
tsunami ini akan mempengaruhi harga batubara Asia.
VIVAnews -
Related Articles - Churchill Mining Acquires Land for Port Facility at East Kutai
- PTBA Targets 15% Production Increase
- Coal Imports May Increase 78% to China, India: Energy Markets
SITE MAP
Mei 11, 2011
April 23, 2011
April 12, 2011
April 10, 2011
April 01, 2011
March 24, 2011